PEMERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KUE PALAIYA SEBAGAI KUE TRADISIONAL DESA TOLANDONA MATANAEO KECAMATAN SANGIA WAMBULU KABUPATEN BUTON TENGAH

Authors

  • WA ODE ARSYIAH waode_arsyiah
  • LA ODE DWIYAN PRAMONO DARMIN
  • ABDUL MAJID
  • ASMAN WAHID
  • NUR HIZBULWATHNI AMBAI
  • MUTIARA PRASTIKA ACHMAD

Keywords:

PEMBERDAYAAN, KULINER TRADISIONAL, EKONOMI DESA

Abstract

Desa Tolandona Matanaeo terletak kurang lebih 30 km dari ibu kota Kabupaten Buton Tengah (Labungkari) dan kurang lebih 2 km dari ibu kota Kecamatan Sangia Wambulu (Kelurahan Tolandona). Desa Tolandona Matanaeo sebagian besar dihuni oleh suku Buton dan suku-suku lain yang telah lama tinggal dan menetap di sana. Secara geografis, Desa Tolandona Matanaeo terletak di wilayah Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah. Desa ini terbagi menjadi empat dusun, yaitu Dusun Koreasa, Dusun Bolongita, Dusun Peropa, dan Dusun Nambo. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi pedesaan, diharapkan keterlibatan aktif mahasiswa peserta KKN-T dan masyarakat desa dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui promosi media sosial dan pembuatan logo kemasan kue palaiya khas Tolandona, dapat meningkatkan perekonomian Desa Tolandona Matanaeo.

Downloads

Published

2024-12-14

Most read articles by the same author(s)