https://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/issue/feed MUSIRAHA2026-02-13T04:17:35+00:00LPM UNIDAYANinfo.lpm@unidayan.ac.idOpen Journal Systems<p><em>ISSN : 3109-2519</em></p> <p><strong>Musiraha</strong>, yang berasal dari Bahasa Buton, Indonesia, memiliki arti Rekan atau Kerabat, merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat yang mempublikasi, mendokumentasikan dan berbagi penelitian, praktik, dan perkembangan terbaru dari berbagai bidang ilmu dalam Pengabdian kepada Masyarakat. Jurnal ini didedikasikan untuk mendukung dan memajukan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dengan menawarkan platform bagi para profesional, praktisi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar pengetahuan dan wawasan.</p> <p><strong>Musiraha</strong> terbit secara berkala yakni 2 kali setahun (Juni dan Desember).</p>https://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/article/view/48Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan Desa Walando, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah2026-02-13T04:17:35+00:00AZAN SIHIDIazanbaubau12@gmail.com<p><em>Desa Walando terletak di Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara,Jarak Desa Walando ke ibukota Kecamatan 3,4 Km, jarak Desa Walando ke ibukota Kabupaten 6,2 Km, dan jarak Desa Walando ke ibukota Provinsi 219,7 Km. Desa ini memiliki potensi besar dibidang perkebunan dan pariwisata. Desa Walando di kenal juga dengan usaha jambu mete namun kurangnya promosi, terdapat juga tempat wisata unggulan yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat dengan pemandangan indah dari perbukitan, kita dapat melihat lombe dan juga pantai yang bisa dijadikan background spot untuk berfoto,Namun masyarakat tidak ada ide untuk menjaga dan melestarikan. Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) di Desa Walando menjalani Pengabdian Masyarakat dengan kegiatan mengindentifikasi masalah,mengoptimalkan potensi lokal dan tantangan yang dihadapi. Dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi pedesaan, dilakukan berbagai program kegiatan seperti Inovasi produk, desain fasilitas desa, pelatihan UMKM,dan promosi digital untuk mendukung pengembangan ekonomi pedesaan .</em></p>2025-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 MUSIRAHAhttps://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/article/view/47Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Jambu Mete Menjadi Kacang Mete Gula Merah di Desa Lambusango, Kabupaten Buton2026-02-13T04:14:58+00:00BAHARUDIN ADUbaharudinadu@unidayan.ac.idWIDIAWATIbaharudinadu@unidayan.ac.idHUMAYIRAH MATHOHARAbaharudinadu@unidayan.ac.idRIKA YANTIbaharudinadu@unidayan.ac.idWD. SIFIYA USMADINbaharudinadu@unidayan.ac.idNUR AZZAHRA ISLAMYAbaharudinadu@unidayan.ac.idL.M. HAFIZ FATURRAHMANbaharudinadu@unidayan.ac.idNENI ARSANbaharudinadu@unidayan.ac.idJAMAL SYAID KAMALbaharudinadu@unidayan.ac.idRAMADHANbaharudinadu@unidayan.ac.idSYAHRIL SEPTIHADIbaharudinadu@unidayan.ac.id<p><em>Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pengolahan jambu mete menjadi produk olahan kacang mete gula merah yang bernilai jual melalui pelatihan kepada Masyarakat di Desa Lambusango Kabupaten Buton. Metode yang digunakan adalah observasi, penyuluhan, dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pelatihan ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghasilkan produk olahan yang bernilai jual, dan membuka jalan bagi pengembangan usaha kecil yang berkelanjutan.</em></p>2025-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 MUSIRAHAhttps://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/article/view/46Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Di Desa Lipu Kecamatan Kadatua2026-02-13T04:00:26+00:00LA ODE DWIYAN PRAMONO DARMINdwiyan@unidayan.ac.idFAHARUDINdwiyan@unidayan.ac.idASMIDINdwiyan@unidayan.ac.idASRAN ABDULLAHdwiyan@unidayan.ac.id<p><em>Kabupaten Buton Selatan, yang dibentuk melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2014 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Buton, memiliki tantangan dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan, terutama pada desa-desa tertinggal. Dengan mengacu pada Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan otonomi kepada desa untuk mengatur dan mengelola pemerintahan mandiri, program ini bertujuan untuk mendukung desa dalam mencapai tata kelola yang efisien melalui penyusunan Standar Operasioanl Prosedur (SOP). Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Lipu, Kecamatan Kadatua, melalui serangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan penyusunan SOP. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi, simulasi, dan pendampingan dalam penyusunan modul SOP yang dapat digunakan sebagai pedoman kerja pemerintah desa. Hasil kegiatan ini mencakup penyusunan SOP dalam berbagai bidang pelayanan, seperti tugas pokok dan fungsi perangkat desa, pengurusan surat keterangan, serta pelayanan pencatatan sipil dan kependudukan. Program ini meningkatkan pemahaman aparat desa mengenai pentingnya SOP dalam pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Diharapkan, penerapan SOP dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang lebih responsif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah desa.</em></p>2025-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 MUSIRAHAhttps://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/article/view/45Potensi Ekonomi Desa di Desa Waanguangu, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton2026-02-13T03:47:36+00:00MURNIATIratumurnijamilah76@gmail.comALMINalminsamsung5@gmail.com<p>Desa Waanguangu merupakan salah satu Desa dalam wilayah Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Desa Waanguangu terletak di ketinggian 750-1.000 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah Desa Waanguangu adalah 18.000 KM2 yang terdiri dari luas pemukiman sebesar 11,13 Ha, luas perkebunan sebesar 386 Ha. Desa Waanguangu berjarak sekitar 6,2 Km dari Pasarwajo, ibu kota Kabupaten Buton. Desa Waanguangu terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Wakaokili, Dusun Kase-Kase dan Dusun Gusi-Gusi. Disisi lain Desa Waanguangu juga dikenal hasil perkebunan yang melimpah yaitu Padi dan Jagung. Dan Pertanian lainya seperti Cengkeh, Kelapa, singkong, Ubi jalar, Pohon Aren dan lain sebagainya. Dengan adanya hasil perkebunan melimpah dapat meningkatkan ekonomi Desa Waanguangu dengan membentuk kelompok usaha yang kreatif.</p>2025-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 MUSIRAHAhttps://jurnal-lpm.unidayan.ac.id/index.php/MJPM/article/view/44Pelatihan Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa Di Desa Wasuemba Kecamatan Wabula Kabupaten Buton2026-02-13T03:18:28+00:00LA ODE MUHAMMAD RAUDA AGUS UDAYA MANARFArauda.ode@gmail.comDILA PRADINI ASIAdilapradini123@gmail.comELLEN SALMAWATIellensalmawati6304@gmail.comMIFTA HURIZKIbutonmita@gmail.comADE UCIadeuci012@gmail.comSISTAsistatp699@gmail.comSUPARMANmans80687@gmail.comKADIR LOANkadirloan@gmail.comASRUL IQFALasrul2824@gmail.com<p><em>Pelatihan Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, merupakan inisiatif untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kelapa secara berkelanjutan. Program ini melibatkan ibu-ibu Desa Wasuemba dalam pembelajaran praktis untuk mengubah tempurung kelapa menjadi briket arang, menciptakan nilai tambah ekonomi. Dengan menggunakan kayu sisa sebagai bahan baku, peserta dilibatkan dalam proses pembuatan briket, dari perencanaan hingga implementasi. Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memanfaatkan potensi kelapa secara optimal dan mengurangi limbah. Pelatihan juga melibatkan siswa SMK setempat, memperluas dampak positif ke sektor pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola limbah kelapa.</em></p>2025-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 MUSIRAHA